Kehidupan dan Kebudayaan Suku Aborigin

Kehidupan dan Kebudayaan Suku Aborigin – Australia merupakan suatu benua serta sebuah negara. Dimana di dalam negara Australia sendiri memiliki penduduk asli yang  bernama suku Aborigin. Nah untuk lebih jelasnya mengenai suku Aborigin Australia, kita akan membahas pada poin tersendiri setelah ini. Australia juga terkenal sebagai benua yang benua terkering di dunia. Setidaknya ada sekitar 35 persen dari total yang ada di benua Australia memiliki curah hujan yang tergolong  sedikit. Letak astronomis dari benua Australia adalah pada 11 derajat LS-44 derajat LS dan 115 derajat BT-135 derajat BT.  Australia memiliki masyarakat yang tergolong stabil dengan kebudayaan majemuk dan demokratis yang disertai dengan Angkatan kerja yang terampil sehingga memiliki ekonomi kuat sehingga mampu memiliki daya saing. Dengan adanya penduduk lebih dari 21 juta, Australia mampu menjadi satu-satunya bangsa yang  bisa memerintahkan seluruh benua serta negara dengan dataran berada di posisi ke-6 untuk ukuran luasnya.

Bisa dibilang jika Australia adalah salah satu masa daratan tertua yang  ada di dunia. Benua ini juga sudah dihuni oleh manusia sekitar 60.000 tahun yang lalu. Sebelum adanya bangsa pendatang dari eropa, penduduk Aborigin dan penduduk yang ada di Kepulauan Selat Torres mampu mendiami sebagian besar wilayah di benua Australia. Lalu untuk sejarah kontemporer di Australia terbilang slot 88 relatif singkat. Pada 26 Januari 1788, pemukiman Eropa pertama didirikan oleh Inggris Raya di benua tersebut.  Australia juga memiliki kekayaan hayati di dunia sekitar 10 persen. Kekayaan hayati tersebut sebagian besar berupa tanaman, hewan dan burung asli yang  hanya ditemukan di Australia.

Budaya Suku Aborigin

Berikutnya kita akan membahas mengenai kebudayaan suku Aborigin Australia. Suku Aborigin Australia memiliki pakaian khas seperti gelang, kalung, bulu yang dipasang pada bagian kepala. Wajah suku Aborigin juga akan diberi warna yang berasal dari bahan-bahan alam. Suku Aborigin memiliki pakaian tradisional yang terbuat dari kulit pohon, daun dan juga kulit hewan yang telah dikeringkan sebelumnya. Menariknya suku ini juga akan memakai atribut serta melakukan ritual kebudayaan yang tak lepas dari Dreamtime.

Suku Aborigin serta penduduk di kepulauan Selat Torres memiliki kepercayaan spiritual seperti The Dream time. Dimana istilah tersebut mengacu pada penggambaran kepercayaan, penciptaan serta keberadaan bumi. Kepercayaan suku tersebut mencakup masa lalu, tanah, orang yang telah diciptakan dari roh, sungai, batu, bukit, tumbuhan serta hewan. Pengetahuan tersebut akan diturunkan dari generasi ke generasi lain melalui cerita, lagu, tarian dan juga upcara.

Penduduk Tagai yang keberadaanya di kepulauan Selat Torres yang satukan oleh kepercayaan Tagai. Kepercayaan tersebut akan menggambarkan tentang  penduduk yang ada di slot gacor 777 kepulauan Torres sebagai manusia laut. Selain itu juga akan menggambarkan bintang-bintang. Taiga adalah sistem kepercayaan spiritual yang dimiliki oleh  masyarakat Selat Torres tatanan dunia. Dimana segala sesuatu yang  ada selalu memiliki tempat.

Rumah Adat

Suku Aborigin dan masyarakat Papua dikenal dengan nenek moyangnya yang sama. Oleh sebab itu, kebudayaan kedua suku ini cenderung mirip, salah satunya adalah rumah adat. Rumah adat Suku Aborigin memiliki bentuk seperti Honai khas Papua. Rumah adat Suku Aborigin terbuat dari ranting, daun, serta pepohonan yang disusun dengan sederhana. Masyarakat Aborigin juga mampu menyesuaikan bentuk rumah sesuai dengan perubahan iklim. Selain itu, Suku Aborigin juga termasuk masyarakat yang nomaden.

Kehidupan Sosial Suku Aborigin

Pada umumnya, Suku Aborigin adalah masyarakat primitif yang tidak kenal bertani. Mereka terbiasa memancing ikan serta berburu untuk memenuhi starlight princess kebutuhan sehari-harinya. Oleh sebab itu, Suku Aborigin hidup tak jauh dari sumber mata air, seperti laut dan sungai. Masyarakat Aborigin juga dikenal sebagai suku yang hidup secara berkelompok dengan dipimpin oleh Kepala Suku. Kepala Suku Aborigin memiliki tugas yang cukup banyak, mulai dari memimpin jalannya ritual adat hingga mengobati masyarakat yang sakit.